Filsafat Ilmu
Filsafat ilmu adalah cabang
filsafat yang mempelajari dan mempertanyakan secara sistematis mengenai hakikat
pengetahuan ilmu yang berhubungan dengan masalah-masalah filosofis dan fundamental
yang terdapat pada ilmu untuk mencapai pengetahuan yang ilmiah. Dalam sejarah
pengetahuan manusia, filsafat dan ilmu selalu berjalan beriringan dan saling
berkaitan. Filsafat dan ilmu mempunyai titik singgung dalam mencari kebenaran.
Ilmu bertugas melukiskan dan filsafat bertugas menafsirkan fenomena semesta,
kebenaran filsafat berada disepanjang pemikiran, sedangkan kebenaran ilmu
berada disepanjang pengalaman.
Intinya, filsafat ilmu adalah
filsafat dengan pokok bahasan ilmu sebagai inti dari apa yang dipertanyakan
mengenai kebenaran. Masalahnya pada saat ini kita sulit untuk benar-benar
memahami esensi apa yang dipelajari dalam filsafat ilmu. Hubungan ilmu dengan
masalah kehidupan atau filosofi yang lain seperti: nilai, etika, moral dan kesejahteraan
manusia. Untuk memperdalam pemahaman terhadap filsafat ilmu pula kita harus
benar-benar paham apa yang dimaksud dengan filsafat.
Pengertian
Filsafat
Filsafat adalah hasil pemikiran dan
kajian secara mendalam tentang sesuatu sampai keakar-akarnya atau suatu
pemikiran, kepercayaan dan sikap yang sudah dijunjung tinggi kebenarannya
melalui pencarian ulang dan analisis konsep dasar untuk menciptakan kebenaran,
pertimbangan dan kebijaksanaan yang lebih baik. Filsafat disini dapat berarti terbatas dan
dapat pula berarti tidak terbatas. Jika terbatas, filsafat membatasi diri akan
hal tertentu saja, contohnya seperti filsafat ilmu, filsafat pendidikan dan
lain sebagainya. Jika tidak terbatas, filsafat membahas segala sesuatu yang ada
dialam ini yang sering dikatakan filsafat umum.
Filsafat secara harfiah berarti
“mencintai kebijaksanaan”. Itu artinya, filsafat juga memiliki arti mencintai kebijaksanaan
atau kearifan. Mencintai kearifan disini tentunya bermakna mencintainya dengan
melakukan proses dalam arti pencarian kearifan sekaligus produknya. Di dalam
proses pencarian itu, yang dicari adalah kebenaran-kebenaran prinsip yang
bersifat general. Prinsip yang bersifat general ini harus dapat dipakai untuk
menjelaskan segala sesuatu kajian atas objek filsafat.
Filsafat ilmu dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Filsafat ilmu
dalam arti luas: menampung permasalahan yang menyangkut hubungan keluar dari
kegiatan ilmiah, seperti: tata susila yang menjadi pegangan penyelenggara ilmu.
b) Filsafat ilmu dalam
arti sempit: menampung permasalahan yang bersangkutan dengan hubungan ke dalam
yang terdapat di dalam ilmu, yaitu yang menyangkut sifat pengetahuan ilmiah,
dan cara-cara mengusahakan serta mencapai pengetahuan ilmiah.
Pengertian
Filsafat Ilmu Menurut Para Ahli
Ismaun (2001) merangkum beberapa pengertian filsafat
ilmu menurut beberapa ahli, pendapat-pendapat para ahli tersebut adalah:
Robert Ackerman menyatakan bahwa filsafat ilmu dalam
satu sisi adalah suatu tinjauan kritis mengenai pendapat-pendapat ilmiah,
dewasa ini, melalui perbandingan terhadap kriteria-kriteria yang dikembangkan
dari pendapat-pendapat tertentu, tetapi filsafat ilmu juga jelas bukan suatu
kemandirian cabang ilmu dari praktek ilmiah secara aktual.
Lewis White Beck berpendapat bahwa filsafat ilmu
membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta upaya untuk mencoba menemukan
ilmu dan pentingnya upaya ilmiah ilmu secara keseluruhan.
Cornelius Benjamin menyatakan bahwa filsafat ilmu
adalah cabang pengetahuan filsafat yang
merupakan telaah sistematis mengenai ilmu,
khususnya: metode, konsep dan praanggapannya, serta letaknya dalam
kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual.
Michael V. Berry berpendapat bahwa filsafat ilmu
merupakan penelaahan tentang logika interen dari teori-teori ilmiah dan
hubungan-hubungan antara percobaan dan teori, yaitu: metode ilmiah.
Peter Caws mengemukakan bahwa filsafat ilmu adalah
salah satu bagian filsafat yang mencoba berupaya dan melakukan pencarian
terhadap ilmu.
Psillos dan Curd (2008) berpendapat bahwa filsafat
ilmu adalah filsafat yang berhubungan dengan masalah-masalah filosofis dan
fundamental yang terdapat di dalam ilmu.
Dalton dkk. (2007) menyatakan bahwa filsafat ilmu
mengacu pada keyakinan seseorang tentang esensi pengetahuan ilmiah, esensi
metode dalam pencapaian pengetahuan ilmiah hingga ke hubungan antara ilmu dan
perilaku manusia. Sementara itu Rudner berpendapat bahwa filsafat ilmu adalah
salah satu bagian dari epistemologi yang merupakan filsafat yang berfokus pada
kajian tentang karakteristik pengetahuan ilmiah. Menurut Hanurawan (2012) filsafat
ilmu merupakan salah satu cabang filsafat, khususnya dalam epistemologi, yang
mempelajari hakikat pengetahuan ilmu.
Pengertian
Ilmu
Kata ilmu berasal dari bahasa Arab,
yaitu alima yang berarti pengetahuan. Pemakaian kata ilmu dalam bahasa
Indonesia merujuk pada kata science dalam bahasa inggris. Science sendiri
berasal dari bahasa Latin yaitu Scio, Scire yang artinya juga pengetahuan. Ilmu
adalah pengetahuan, namun ada berbagai macam pengetahuan, seperti: pengetahuan
biasa dan pengetahuan ilmu. Pengetahuan biasa adalah pengetahuan keseharian
yang kita dapatkan dari berbagai sumber bebas dan belum tentu benar atau
berdasarkan kenyataan. Sementara pengetahuan ilmu adalah pengetahuan yang
pasti, eksak, berdasarkan kenyataan dan terorganisir.
Pengetahuan
Ilmu
Ilmu harus disusun secara
sistematis dan berdasarkan metodologi untuk berusaha mencapai suatu kesimpulan
atau generalisasi. Ilmu terbagi menjadi tiga kategori pembentuknya, yaitu:
hipotesis, teori, dalil hukum. Dalam kajian ilmiah untuk membangun ilmu, jika
data faktual yang terkumpul masih belum banyak atau belum cukup, maka peneliti
baru membentuk hipotesis. Seperti yang telah dijelaskan diatas, hipotesis
adalah dugaan pemikiran berdasarkan sejumlah data tebatas yang belum cukup
kuat. Hipotesis akan memberikan arah pada penelitian untuk menghimpun data yang
dibutuhkan.
Data yang telah dihimpun dan
dinilai cukup sebagai hasil penelitian dihadapkan pada hipotesis. Apabila data
yang telah dikumpulkan mampu memvalidasi hipotesis, maka hipotesis tersebut
berubah menjadi tesis atau teori. Jika teori mencapai generalisasi atau
kesimpulan umum, maka teori tersebut berubah menjadi dalil atau teori, namun
teori mapan yang telah banyak digunakan oleh para peneliti lain sebagai
tinjauan pustaka. Tahapan terakhir adalah jika teori dapat memastikan hubungan
sebab-akibat yang serba tetap dimana saja, maka ia akan menjadi hukum (e.g:
hukum newton, dsb).
Pengertian
Pengetahuan
Pengetahuan berasal dari bahasa
Inggris yaitu knowledge. Dalam encyclopedia of philosophy, definisi
pengetahuan adalah kepercayaan yang benar. Sementara secara terminologi akan
dikemukakan salah satu pendapat ahli mengenai definisi tentang pengetahuan
dibawah ini:
· Pengetahuan
adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu tersebut
adalah hasil dari kenal, sadar, insaf, mengerti, dan pandai. Pengetahuan itu
adalah semua milik atau isi pikiran. Dengan demikian, pengetahuan merupakan
hasil proses dari usaha manusia untuk tahu (Gazalba, 1973).
·
Pengetahuan adalah suatu proses
kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri.
Orang pragmatis, terutama John Dewey tidak membedakan pengetahuan dengan
kebenaran (antara knowledge dengan truth). Jadi, menurut Dewey pengetahuan itu
harus benar, kalau tidak benar maka hal tersebut bukanlah pengetahuan.
Jenis
pengetahuan
Beranjak dari pengetahuan adalah kebenaran dan
kebenaran adalah pengetahuan maka di dalam kehidupan manusia dapat memiliki
pengetahuan dan kebenaran. Burhanuddin Salam mengemukakan bahwa pengetahuan
yang dimiliki manusia ada empat, yaitu:
1. Pengetahuan
biasa. Yakni pengetahuan yang dalam filsafat dikatakan dengan istilah common
sense atau nalar wajar; sesuatu yang masuk akal. Terkadang disebut sebagai good
sense pula yang berarti pengetahuan yang diterima secara baik. Contohnya semua
orang menyebutnya sesuatu itu merah karena itu memang merah, benda itu panas
karena memang dirasakan panas dan sebagainya. Terkadang terdapat beberapa
pengetahuan biasa yang sebetulnya kurang tepat hingga tidak benar, namun sudah
diterima apa adanya oleh masyarakat.
2. Pengetahuan
ilmu. Merupakan ilmu sebagai terjemahan dari science yang pada prinsipnya
adalah usaha untuk mengorganisasikan, mensistematisasikan common sense, suatu
pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan
sehari-hari atau dugaan lain yang belum dibuktikan. Untuk kemudian dilanjutkan
dengan suatu pemikiran secara cermat dan teliti menggunakan berbagai metode.
Ilmu dapat merupakan suatu metode berpikir secara objektif (objective
thinking), tujuannya untuk menggambarkan dan memberi makna terhadap dunia
faktual. Pengetahuan yang diperoleh dengan ilmu, diperolehnya melalui
observasi, eksperimen, dan klasifikasi. Analisis ilmu itu objektif dan
menyampingkan unsur pribadi atau subjektif, pemikiran logika diutamakan, netral
dan menjunjung fakta.
3. Pengetahuan
filsafat. Yaitu pengetahuan yang diperoleh dari pemikiran yang kontemplatif dan
spekulatif. Pengetahuan filsafat menekankan pada universalitas kedalaman kajian
mengenai Ilmu hanya pada satu bidang pengetahuan yang mengerucut, sementara
filsafat membahas hal yang lebih luas namun tetap mendalam. Filsafat biasanya
memberikan pengetahuan reflektif dan kritis sehingga ilmu yang tadinya kaku dan
cenderung tertutup dilonggarkan kembali untuk menerima perubahan yang dianggap
lebih positif.
4. Pengetahuan
agama. Merupakan pengetahuan yang hanya diperoleh dari Tuhan lewat para
utusan-Nya. Pengetahuan agama bersifat mutlak, absolut dan wajib diyakini oleh
para penganutnya tanpa bukti empiris sekalipun.
Perbedaan
Ilmu dan Pengetahuan
Dari berbagai uraian diatas, tampak timbul kerancuan antara pengertian
pengetahuan dan ilmu. Kedua kata tersebut sering dianggap memiliki persamaan
arti. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ilmu disamakan artinya dengan
pengetahuan. Hal itu diperumit dengan fenomena ilmu dan pengetahuan terkadang
disatukan menjadi kata majemuk yaitu ilmu pengetahuan.
Hal tersebut sering kita jumpai
dalam berbagai karangan yang membicarakan tentang ilmu pengetahuan. Namun, jika
kedua kata ini berdiri sendiri akan tampak perbedaan antara keduanya. Dari asal
katanya, dapat ketahui bahwa pengetahuan diambil dari bahasa inggris yaitu knowledge, sementara ilmu diambil dari kata science dan peralihan dari bahasa
arab yaitu alima. Untuk memperjelas pemahaman kita juga harus mampu membedakan
antara pengetahuan yang sifatnya pra ilmiah dan pengetahuan ilmiah. Pengetahuan
pra ilmiah adalah pengetahuan yang belum memenuhi syarat-syarat ilmiah pada
umumnya seperti harus memiliki objek tertentu (objek formal dan materil), harus
bersistem, memiliki metode tertentu, sifatnya umum Sebaliknya, pengetahuan
ilmiah adalah pengetahuan yang harus memenuhi syarat-syarat ilmiah. Pengetahuan
pertama disebut sebagai pengetahuan biasa dan pengetahuan kedua disebut pengetahuan
ilmiah seperti yang telah dijelaskan pada uraian sebelumnya diatas.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pada
dasarnya pengetahuan berbeda dengan ilmu. Perbedaan tersebut terlihat dari
sifat sistematisnya dan cara memperolehnya. Namun dalam perkembangannya,
pengetahuan dengan ilmu bersinonim arti, sedangkan dalam arti material keduanya
mempunyai perbedaan.
Ruang
Lingkup Filsafat Ilmu
Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi
atau filsafat pengetahuan yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu, dengan
ruang lingkup seperti :
·
Objek apa yang ditelaah ilmu ? Bagaimana
wujud yang hakiki dari obyek tersebut? Bagaimana hubungan antara obyek tadi
dengan daya tangkap manusia yang membuahkan pengetahuan ? (Landasan ontologis)
·
Bagaimana proses yang memungkinkan
ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu?
Bagaimana prosedurnya ? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar
menandakan pengetahuan yang benar ? Apa
saja kriterianya ? Apa yang disebut kebenaran itu ? Adakah kriterianya ? Cara,
teknik, sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa
ilmu ? (Landasan epistemologis)
·
Untuk apa pengetahuan yang berupa
ilmu itu dipergunakan ? Bagaimana kaitan
antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral ? Bagaimana
penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral ? Bagaimana
kaitan antara teknik prosedural yang
merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional ?
(Landasan aksiologis)
Kesimpulan
Filsafat merupakan pengetahuan
tentang asas-asas pikiran dan perilaku dan merupakan ilmu untuk mencari
kebenaran dan prinsip-prinsip dengan menggunakan kekuatan akal, pandangan hidup
(yang dimiliki oleh setiap orang), ajaran hukum dan perilaku serta kata-kata
arif yang bersifat didaktis (mengandung pendidikan).
Ilmu merupakan pengetahuan yang
dkenalkan sejak sekolah dasar pendidikan lanjutan dan perguruan tinggi,
berfilsafat tentang ilmu berarti terus terang kepada diri sendiri. Ilmu
membatasi lingkup penjelajahannya pada batas pengalaman manusia juga disebabkan
metode yang digunakan dalam menyusun yang telah teruji kebenarannya secara
empiris.
Jadi, Filsafat Ilmu adalah studi
gabungan yang terdiri atas beberapa studi yang beraneka macam yang ditujukan
untuk menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu.
Gazalba,
Sidi. (1973). Sistematika filsafat;
pengantar kepada dunia filsafat, teori pengetahuan, metafisika, teori nilai.
Jakarta: Bintang Bulan.
Hanurawan.
(2012). Filsafat Ilmu Psikologi.
Malang: UNM.
Ismaun.
(2001). Filsafat Ilmu. Bandung:
Penerbit UPI.
Salam,
Burhanuddin. (2003). Logika Materiil :
Filsafat ilmu pengetahuan. Jakarta: Rineka Cipta.
Suaedi.
(2016). Pengantar Filsafat Ilmu.
Bogor: Penerbit IPB.
Comments
Post a Comment